KETERBATASAN fisik bukan halangan bagi
Hana Tetty untuk terus berkarya. Dengan satu tangan yang dimiliki, wanita yang
tinggal di BSD Serpong Tangerang Selatan (Tangsel) ini tidak hanya berpangku tangan meratapi
nasib.
 |
| Hana Tetty sedang merajut kawat tembaga |
Ia tetap bersemangat. Terbukti, karyanya berupa seni rajut kawat tembaga
untuk batu liontin ini cukup diminati. Bahkan, puluhan pengrajin batu liontin
pun banyak yang memesan kepadanya.
Justru, dalam kondisi seperti itu,
wanita kelahiran Bengkulu, 10 Oktober 1983 ini merasa memiliki tantangan
tersendiri dalam hidupnya. “Pikiran saya saat itu, apa kira-kira pekerjaan yang bisa
saya lakukan dengan kondisi fisik saya seperti ini,” ujar Hana yang tangan
kanannya diamputasi.
Sejak itu, pekerjaan lamanya sebagai
video editing pun ditinggalkan hingga akhirnya ia mulai menjadi pengrajin batu
akik. Pekerjaan baru ini tentu membutuhkan keahlian tersendiri. Namun Hana dengan
telaten belajar secara otodidak.